Tampilkan postingan dengan label Buku dan Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku dan Novel. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Mei 2016

DI BAWAH PURNAMA LANGIT ISTANBUL

Malam ini setelah Shalat Isya di Masjid Biru Andra memutuskan untuk berjalan-jalan di pinggiran Selat bosporus untu k menikmati panoroma kota Istanbul, tampak ditengah selat bosporus kapal-kapal terapung dengan lampu-lampu indah malam di kota sebrang selat sana. Hembusan angin malam yang menerpa wajahnya dan bunyi suara kendaraan yang berlalu lalang di ruas jalan di beberapa puluh meter di belakangnya ditambah suara burung di sepanjang pinggiran bosporus membawa ingatannya ke dalam waku 4 tahun yang lalu. tiga hari sebelumnya adalah hari yang cukup melelahkan baginya. Tiga hari lalu ia terbang dari Jakarta ke Tashkent, Uzbekistan bersama orang-orang pentingnya untuk membicarakan kerjasama sekaligus ekspansi perusahaan minyaknya bersama beberapa pengusaha Tashkent untuk melakukan ekplorasi ladang migas di beberapa negara timur tengah, terutama di negara kaya minyak Libya, Tunisia, Maroko dan Kuwait.
Kemudian ia terbang lagi ke Brussels, Belgia terkait urusan izin usaha cabang perusahaan Retailnya dengan pemerintah Belgia. Andra memiliki lima Perusahaan Retail di sejumlah kota di Belgia ini. Kemudian terbang lagi ke Maroko dan Tunisia terkait pengurusan izin ekplorasi perusahaan minyak barunya di dua negara ini, 2 negara ini adalah paling awal sebelum beberapa negara lainnya. Terakhir terbang ke Istanbul, Turki kota paling disukainya di daratan Eropa dan diantara kota dunia lainnya. Di kota ini banyak kisah masa lalu saat ia menempuh pendidikan di Istanbul, terutama kisah cinta dan perasaannya terhadap Haya Maktoum, Mahasiswi Asal Dubai, seorang Anak Duta besar Dubai untuk Turki yang berprofesi sebagai dokter. 1 tahun yang lalu haya hilang tanpa kabar saat menjadi relawan di zona konflik Perbatasan jalur Gaza. Ia adalah satu-satunya wanita paling mengagumkan baginya. Cinta pertama sekaligus terakhir bagi Andra. Hingga detik ini, tidak ada sosok wanita yang dapat menggantikan haya dalam hatinya. Karna hidup hanya sekali, maka jatuh cinta pun cukup hanya sekali dalam prinsip hidupnya. Untuk itu, ketika singgah ke kota Istanbul, maka ia selalu ke pinggiran selat bosporus.
Kisah yang tidak akan pernah bisa dilupakan oleh Pengusaha Muda tersukses Asal Indonesia ini. Dia usianya yang baru 26 tahun pada Februari Lalu, Ia sudah dinobatkan oleh Majalah Forbes sebagai orang terkaya nomor 32 di dunia dan menempati orang terkaya nomor 5 di Asia. Di usianya yang masih muda memungkin Andra akan menambah pundi-pundi kekayaan mengingat perusahaan-perusahaan besarnya di berbagai negara Eropa, Amerika dan Asia yang tengah menujukkan grafik laju pesat dan menggurita. Namun dg kekayaan berlimpah tersebut ia belum dapat menemukan kebahagian dalam hdupnya. Will Be next. .

Senin, 29 Februari 2016

Novel RTDW, Membaca dan Malamku

Novel RTDW Karya Tere Liye
Sepi di larutnya malam. Di depan rumah di bawah sinar rembulan yang bersinar. hanya terdengar suara jangkrik dan burung-burung walet di seberang jalan sana, menambah suasana larutnya malam ini. hembusan dingin semilir angin yang menerpa wajah menambah kantuknya mata.   suasana tenang ini, menjadi suasana yang paling pas untuk membaca.  
satu buah buku novel ini menjadi penahan rasa kantuk di mata. karena, ingin menghabiskan isi jalan cerita dalam novel ini yang berkisah tentang seorang anak manusia yang selalu dirundung kehilangan orang-orang yang dicintainya sejak kecil hingga akhir kehidupannya...
Tentang kisah Kenapa Tuhan Mengabil sumber kebahagiannya? Ya, Orang Tua yang tak akan pernah ia lihat sejak kecil di dunia ini, hingga  Si Gigi Kelinci yang merupakan cinta PERTAMA dan TERAKHIRNYA...
Larut dalam kisah Ray dalam Novel ini... Rembulan Tenggelam di Wajahmu..

Sabtu, 20 Februari 2016

Sajak-Sajak Perasaan

Apakah cinta itu menyakitkan? Tidak. Cinta itu justeru adalah energi terbaik untuk memastikan dunia ini seimbang dan survive. Lantas apa yang menyakitkan itu? Bukan cintanya, melainkan seperti: ditolak, itu sakit. Kesepian, itu juga sakit. Dilupakan, dikhianati, ditinggalkan, itu baru sakit. Kangen, terpisah oleh jarak, terkena tembok masalah, dsbgnya, dsbgnya, itu juga baru sakit. Kalau cintanya sih tidak.

Esensi cinta itu persis seperti seorang Ibu yang baru melahirkan, meski si bayi itu suka ngompol, dikit2 nangis, malam-malam terbangun, kurang tidur, badan letih, sampai sakit, tapi tetap saja si Ibu merawat bayinya dengan tulus, bukan? Energi apa yang membuat Ibu tersebut tetap melakukannya? Karena ada cinta di sana. Energi terbaik untuk memastikan dunia baik2 saja.

Lantas bagaimana mungkin kita sakit oleh cinta? Karena kita terkena duri kulit luarnya. Bukan karena substansi dalamnya.

Ketika seorang pemuda malang, jatuh cinta kepada gadis idaman, dan ternyata si gadis justeru menikah dengan orang lain, apakah cinta yang membuat si pemuda sakit hati? Tidak. Karena coba tanya saja ke pemuda itu, “Apakah, yang PENTING itu kau sendiri yang bahagia, atau gadis itu yang bahagia?” Para pencinta sejati pasti akan memilih: lebih baik gadis itu yang bahagia dengan orang yang memang dicintai gadis tersebut. Bukankah begitu jawabannya? Tapi kenapa kita masih tetap merasakan sakit? Bukan cintanya yang mengiris hati, melainkan karena kehilangan, karena ditolak, karena bertepuk sebelah tangan, itulah yang membuatnya sakit. Karena tidak terpenuhi harapan, karena bagai pungguk merindukan bulan, karena seperti roda belakang menatap roda depan, itu yang sakitnya sampai ke dalam sini.

Tapi, kan kalau saya tidak jatuh cinta di awal cerita, semua kondisi itu tidak akan terjadi, bukan? Kalau saya tidak jatuh cinta dengan gadis itu, bodo amat dia mau menikah dengan siapa, bukan urusan saya. Bukankah jelas sekali karena cinta itu yang menjadi penyebab semua masalah? Tidak. Lagi-lagi tidak, melainkan kitalah yang tidak pernah mau memahami resiko jatuh cinta itu sendiri. Kita sendiri yang lupa resiko, memegang api pasti terbakar, bermain hujan pasti basah. Pun saat jatuh cinta, pasti ada resiko berpisah (mau diterima atau tidak cintanya, mau menikah atau tidak, pasti berpisah).

Sayangnya, tidak ada mata pelajaran di sekolah-sekolah yang bisa mengajarkan esensi cinta. Tidak ada di Sejarah, juga tidak di IPS, IPA apalagi di pelajaran Matematika. Buku-buku, novel-novel, mungkin membahas tentang cinta, tapi itu terbatas pada kisah yang diceritakan, dengan sudut pandang si penulisnya. Film, apalagi, itu hanya proyeksi dari sutradara, penulis skenario. Tidak ada kursus singkat tentang cinta, tidak ada sekolah, jurusan, fakultas cinta. Semua orang harus menjalani sendiri pelajaran cinta itu dalam kehidupannya. Ada yang berhasil meraih esensi terbaiknya, ada yang hanya berkutat pada perasaan jatuh cinta anak muda kebanyakan. Tulisan ini pun tidak akan kuasa menjelaskan apa itu esensi cinta.

Jadi sebagai penutup, ingatlah selalu, cinta itu tidak pernah “jahat”. Yang jahat, meyakitkan, buruk, bikin sakit hati adalah kulit luarnya yang boleh jadi memang berduri dan penuh jebakan.

Tidak masalah satu dua kita tertusuk dalam sekali, dek, membuat nyeri hati sepanjang hari, minggu bahkan ada yang bertahun2, namanya juga masih belajar. Tidak masalah kita teriris sembilu hingga membuat dunia seperti terbalik setiap malam tiba, setiap menatap hujan, atau hanya sekadar disebut nama kota-nya, sudah membuat terdiam kelu. Tidak mengapa, namanya juga kita tidak pernah latihan menghadapi persoalan cinta ini. Tapi selalu pastikan, kita menjaga diri, menaati norma-norma, nilai-nilai kebaikan, kaidah-kaidah agama. Itu akan membuat kita tetap terkendali, dan tidak merusak. Besok lusa, boleh jadi kita lebih paham. Dan kita bahkan bisa benar-benar berdiri tegak seperti pemuda dalam contih tulisan ini, bisa berkata mantap: Tidak mengapa dia menikah dengan orang lain, sepanjang dia bahagia, aku pun turut bahagia.

*Tere Liye

SETIDAKNYA

Setidaknya perasaan itu sifatnya gratis. Rindu misalnya, tidak bayar sama sekali, kalau rindu itu sampai bayar, aduh, bisa jadi fakir semua para pencinta di dunia ini. Rindu satu jam bayar 10.000, rindu sepanjang tahun, berapa biayanya?

Setidaknya perasaan itu juga sifatnya tidak diskriminatif. Jatuh cinta misalnya, tidak ada diskriminasinya, kalau sampai ada, bisa jadi yang pesek dilarang jatuh cinta sama yang mancung, nyatanya boleh-boleh saja. Banyak yg pesek berjodoh sama yang mancung, malah kisah cinta mereka spesial.

Setidaknya perasaan itu juga sifatnya bukan ujian nasional. Kalau rasa sayang itu ada UN-nya, bisa jadi, angka kecurangan membumbung tinggi. Lihat saja, orang-orang bahkan ingin tahu sekali siapa yang melihat profile FB-nya? Bila perlu dengan software khusus.
Pada akhirnya, ketahuilah, setidaknya perasaan itu juga sifatnya berdiri sendiri. Bahkan ketika ditolak sekalipun, disuruh ngaca sana, dihina dsbgnya, kita tetap bisa bilang itu perasaan, bukan? Tetap bisa disebut cinta, tetap bisa dibilang sayang, bukan?

Maka lengkapilah dengan yang disebut: “kehormatan perasaan”, maka insya Allah kita bisa selalu menjaga diri. Jangan tumpah ruah perasaannya, bikin becek di timeline, jangan mau diajak berdua-duaan, dipegang-pegang, jangan mau. Jangan mau melakukan hal sia-sia hingga merusak diri sendiri. Barangsiapa bisa menjaga kehormatan perasaannya, dia akan bisa menjaga kehormatan dirinya.

*Tere Liye

BUKAN SEKEDAR

Cinta itu bukan sekadar berjumpa dan bersama.

Karena kalau itu, setiap hari banyak orang yang naik angkot/bus yang sama, berangkat sekolah/kantor, tapi tetap saja menggerutu. Tidak pernah jatuh cinta dengan angkot/bus tersebut.

Cinta itu bukan sekadar menyapa dan berbicara.

Karena kalau itu, setiap hari banyak orang yang berbusa2 bicara dengan orang yang sama, seperti petugas telepon, pengajar, penjaga toko, karyawan, dsbgnya, tapi tetap saja berkeluh kesan. Tidak pernah jatuh cinta meski begitu lama bicaranya.

Boleh jadi cinta itu adalah rasa syukur.
Mungkin pula cinta itu adalah rasa terima kasih.
Atau bahkan cinta itu adalah kedamaian hati.

SAJAK KAU HARUS TAHU 1

Kau harus tahu,
Sebongkah berlian tidak akan berkurang nilainya,
Meski ditemukan oleh orang yang tidak tahu betapa berharganya
Lantas dibuang begitu saja
Orang itu akan menyesal panjang

Maka,
Kau juga harus tahu
Seseorang yang amat berharga tidak akan berkurang nilainya
Meski disia-siakan oleh orang yang tidak pantas baginya
Lantas kemudian ditinggalkan begitu saja
Orang itulah yang akan menyesal panjang

SAJAK KAU HARUS TAHU 2

Kau harus tahu,
langit dan bumi tidak pernah menyatu,
tapi ketika hujan, mereka bisa bersatu erat saling bercengkerama begitu indah, atas setiap tetesnya.
Amat mesra saling menyapa.

Kau harus tahu,
lautan dan matahari tidak pernah menyatu.
tapi ketika sunset, matahari tenggelam di kaki langit sana,
maka garis horizon laut memeluk erat sang matahari.
Untuk besok berjanji kembali akan bersua
Di sini, di tempat yg sama, di waktu terjanjikan

Kau harus tahu,
bulan dan permukaan kolam jauh saja letaknya
tapi saat purnama, tataplah permukaan kolam yang tenang
maka bulan persis berada di dalam relung hatinya
Memantulkan bayangan begitu anggun
kebersamaan singkat yang begitu mempesona

Maka, apalagi kita?
Manusia yang tinggal di tanah yg sama
Kita tidak dipisahkan bagai langit dan bumi
Kisah cinta kita bisa begitu spesial
Di tangan orang-orang yang bersabar dan senantiasa tahu batasnya.
Sunggu percayalah

*Tere Liye

SAJAK KETIKA

Ketika kita mencintai seseorang
Hanya untuk tahu
Ternyata dia mencintai orang lain

Ketika kita menunggu begitu lama
Hanya untuk tahu
Ternyata dia justeru sedang menunggu (orang lain)

Ketika kita sudah melakukan yang terbaik
Tapi tetap gagal juga, hingga sesak bertanya
Harus sebaik apalagi usaha kita agar berhasil?

Ketika kita menginginkan sesuatu
Ternyata yang kita dapatkan sesuatu yang justeru tidak kita butuhkan
Membuat berseru kesal, kenapa dan kenapa?

Ketika kita tidak mengerti
Kenapa semua seperti berlawanan dengan maunya kita
Kenapa doa-doa kita seolah tidak terjawab

Maka, mungkin itulah saatnya
Tiba waktunya untuk menyadari
Boleh jadi ada skenario lebih indah telah menanti
Menunggu kita bersedia menerimanya
Tersenyum lapang bahwa semua baik-baik saja

Karena boleh jadi
Ketika kita mencintai seseorang, dan dia mencintai orang lain
Sebenarnya ada yang justeru sedang mencintai kita dalam diam

Ketika kita menunggu begitu lama, dan dia justeru sedang menunggu (orang lain)
Sebenarnya ada yang justeru tengah menunggu, kapan kita akan menoleh padanya

*Tere Liye

HANYA KATA-KATA

Sakit hati itu frase saja
Tergeletak begitu saja tanpa arti
Hingga kita mengalaminya sendiri
Barulah dia utuh bermakna: “sakit hati”

Rindu itu juga hanya kata-kata
Teronggok begitu saja tanpa makna
Hingga kita menemuinya sendiri
Barulah dia utuh hakikatnya: “rindu”

Pun “cinta”, itu kata-kata saja
Bisa dituliskan di mana-mana, kosong berdebu
Hingga kita menjalaninya sendiri
Barulah dia utuh definisinya: “cinta”

Apalagi menikah, itu mungkin status saja
Bisa ditype-ex jika ditulis di atas kertas
Hingga kita beranjak melaluinya
Barulah utuh maknanya: “menikah”

SAJAK SUNGGUH KAU BOLEH PERGI

Siang pasti digantikan malam
Sekeras apapun siang bertahan
Matahari pasti tumbang
Dan gelap menyelimuti
Siang pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi

Kelopak bunga mawar pasti rontok
Sekeras apapun dia ingin mekar lama
Pasti tiba masanya layu
Dan tangkai-tangkai membisu
Bunga mawar pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi

Hujan pasti reda
Selama apapun dia hendak turun
Pasti tiba masanya habis
Dan menyisakan basah di halaman
Hujan pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi

Maka
Apalagi urusan perasaan
Cinta bisa berganti benci
Percaya memudar berganti kusam ragu
Pun komitmen menipis berubah jadi lupa
Kau boleh pergi
Sungguh boleh.

Tapi aku akan tetap di sini
Meyakini bahwa
Besok pagi, malam pun akan berganti siang
Mawar baru akan merekah ulang
Dan hujan berikutnya pasti kan datang

Kau sungguh boleh pergi.

*Tere Liye

SAJAK JALANKU MASIH PANJANG

Wahai perasaan
Kau buat pagiku jadi mendung, soreku jadi kelam
Kau buat siangku jadi gelap, dan malam semakin gulita
Kau buat beberapa menit lalu aku gembira, untuk kemudian bersedih hati

Wahai perasaan
Kau buat aku berlari di tempat
Semakin berusaha berlari, kaki tetap tak melangkah
Kau buat aku berteriak dalam senyap
Kau buat aku menangis tanpa suara
Kau buat aku tergugu entah mau apalagi

Wahai perasaan
Kau buat aku seperti orang gila
Mengunjungi sesuatu setiap saat, untuk memastikan sesuatu
Padahal buat apa?
Ingin tahu ini, itu, untuk kemudian kembali sedih
Padahal sungguh buat apa?

Wahai perasaan
Kau buat aku seperti orang bingung
Semua serba salah
Kau buat aku tidak selera makan, malas melakukan apapun
Memutar lagu itu-itu saja,
Mencoret-coret buku tanpa tujuan
Mudah lupa dan ceroboh sekali

Wahai perasaan
Cukup sudah
Kita selesaikan sekarang juga
Karena,
Jalanku masih panjang
Aku berhak atas petualangan yang lebih seru

Selamat tinggal
Jalanku sungguh masih panjang….

SAJAK MENCINTAIMU DALAM SENYAP

Ketika kami tidak tahu harus apalagi
Gelap di sekitar, penuh kalut dan sesak
Maka teladan kisahmu menjadi lampu
Membuat terang jalan yang harus kami jalani

Ketika kami tidak tahu harus berpegang entahlah
Bagai buih lautan terombang-ambing
Maka cerita hidupmu menjadi pondasi
Berdiri tegak penuh kepastian

Tidak tahukah, wahai
Betapa rindu kami menatap wajahmu
Berlinang air mata walau hanya membayangkannya
Terisak dalam diam, padahal kami sungguh tak tahu rupamu

Ada banyak berjuta tanya yang ingin disampaikan
Kenapa, mengapa, bagaimana, dan sebagainya
Tapi engkau sudah lama pergi
Terbentang waktu dan jarak yang tak bisa dilampaui
Tapi tidak mengapa
Biarlah cinta ini dalam senyap
Akan kami tunjukkan dengan ahklak terbaik warisanmu
Menjalankan wasiat2 yang kau tinggalkan
Hingga esok lusa
Semoga kesempatan itu ada
Tidak mengapa
Jika kami hanya bisa berdiri jauh menatapmu
Pun tidak masalah walau hanya sekejap saja
Itu lebih dari cukup, sungguh
Genap sudahlah cinta ini

*Tere Liye

MELUPAKAN

Ketika kita mencoba melupakan kejadian menyakitkan, melupakan orang yang membuat rasa sakit itu, maka sesungguhnya kita sedang berusaha menghindari kenyataan tersebut. Lari. Pun sama, ketika kita ingin melupakan orang yang pernah kita sayangi, hal-hal indah yang telah berlalu. Maka, sejatinya kita sedang berusaha lari dari kenangan atau sisa kenyataan tersebut.

Kabar buruk buat kita semua, mekanisme menyebalkan justeru terjadi saat kita berusaha lari menghindar, ingatan tersebut malah memerangkap diri sendiri. Diteriaki disuruh pergi, dia justeru mengambang di atas kepala. Dilempar jauh-jauh, dia bagai bumerang kembali menghujam deras. Semakin kuat kita ingin melupakan, malah semakin erat buhul ikatannya.

Bagaimana mengatasinya?

Justeru resep terbaiknya adalah kebalikannya. Logika terbalik. Apa itu? Mulailah dengan perasaan tenteram terhadap diri sendiri. Berdamai. Jangan lari dari kenangan tersebut. Biarkan saja dia hadir, bila perlu peluk erat. Terima dengan senang hati. Bilang ke diri sendiri: “Saya punya masa lalu seperti ini, pernah dekat dengan orang menyakitkan itu, saya terima semua kenyataan tersebut. Akan saya ingat dengan lega, karena saya tahu, besok lusa saya bisa jadi lebih baik–dan semua orang berhak atas kesempatan memperbaiki diri.” Letakkan kenangan tersebut dalam posisi terbaiknya.

Maka, mekanisme menakjubkan akan terjadi. Perlahan tapi pasti, kita justeru berhasil mengenyahkan ingatan itu. Pelan tapi pasti, kenangan tersebut justeru menjadi tidak penting, biasa-biasa saja. Dan semakin kita terbiasa, levelnya sama dengan seperti kenangan kita pernah beli bakso depan rumah, hanyut dibawa oleh hal-hal baru yg lebih seru. Ketahuilah, racun paling mematikan sekalipun, saat dibiasakan, setetes demi setetes dimasukkan dalam tubuh, dengan dosis yang tepat, besok lusa jika kita tidak semaput oleh racun tersebut, kita justeru akan jadi kebal. Apalagi kenangan, jelas bisa dibiasakan.

Itulah hakikat dari: jika kalian ingin melupakan sesuatu atau seseorang, maka justeru dengan mengingatnya. Terima seluruh ingatan itu.

*Tere Liye

SAJAK ADUHAI JANGAN

Dek, sungguh jangan mengambil keputusan saat sedang marah
Besok lusa boleh jadi kita akan menyesal tiada tara

Jangan pula membenci saat sedang tersinggung atau berbeda pendapat
Besok lusa boleh jadi kita kehilangan kesempatan memahami sesuatu lebih baik

Pun jangan menjanjikan sesuatu saat sedang hepi
Besok lusa mungkin saja kita juga akan susah payah melaksanakannya

Jangan mepet sekali mengerjakan sesuatu jika itu penting
Berilah waktu tambahan karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi

Pun jangan menunda-nunda sesuatu yang bisa dikerjakan segera
Karena tiada yang menjamin besok lusa masih ada waktuya

Dan terakhir
Sebagai penutup sajak ini
Sungguh, dek, jangan pernah putus cinta saat hujan turun
Itu bukan waktu yang terbaik
Carilah waktu lain, selain hujan
Karena di masa mendatang
Setiap kali hujan
Kita bukannya merasa adem nan tenteram
Atau asyik memeluk guling beranjak tidur
Sebaliknya, kita malah teringat masa lalu
Melukis kenangan

*Tere Liye

Rabu, 25 November 2015

Sebuah Novel : Mimpi dalam Lipatan Kertas

Udara pagi ini di kota Moscow cukup dingin karna musim dingin bulan november sudah di mulai. Dibeberapa wilayah eropa bagian Utara, negara-negara seperti Swedia, Finlandia, Denmark sudah duluan beberapa minggu memasuki musim dingin.
Setelah selesai shalat shubuh, Andra membuka tirai jendela apartemen mewahnya yg berada di lantai 75. Ia memandang jauh panorama kota Moscow saat matahari keluar dari perampiannya dari dalam bumi. Badannya terasah lelah sekali, setelah aktivitas padatnya semalam melakukan perjalanan melelahkan di empat negara berbeda dalam sehari. Semalam dia telah singgah di empat kota berbeda negara di mulai di kota Islamabad, setelah itu ke Istanbul, Kiev lalu terakhir ke moscow.
Hari ini dia punya waktu seharian untk mengisi ulang energinya dg istirahat di apartemennya atau bersantai-santai di luar menikmati sudut kota moscow. Karna esok hari ia akan terbang lagi ke wina, Austria.
Ingatannya jauh melayang memasuki masa lalu yg jauh, 18 tahun yg silam, ia teringat dulu waktu dia masih di bangku kelas 2 SD, ketika belajar IPS materi Benua Eropa dg pak Udin guru Favorit waktu Sd-nya dulu . Pak udin adalah guru ips andra yg ia senangi karna pak udin mengajar tidak seperti guru yg lainnya, yg hanya pakai metode ceramah melulu, yg dianggap andra sngat membosankan. Ia ketika itu bermimpi menginjakkan kakinya di benua dg sebutan benua biru ini dilembaran sebuah kertas.
Ia teringat juga ketika bermain bersama teman2 sekolahnya dulu di desa, berjalan2 di petak2 persawahan sore hari, desa indah dan sangat bersejarah bagi andra, sebuah desa yang berada di pedalaman sumatera.
Masa lalu yg tak akan pernah ia lupakan dalam sejarah hidupnya.
Ketukan pintu di kamar apartemennya memutus nostalgia ingatannya.
Ia berjalan menuju pintu dan membukanya.
"selamat pagi ndra, baru bangun ya?"
"Oh, Bagas. sudah lama gas, tdi hanya lama berdiri dijendela menikmati kota moscow dari jendela itu !". Bagas temannya dari palembang yg juga berada di hotel ini. 
Ia adalah salah satu anggota dari Tim Southeast Asian Journalist Team Seven (SAJT Seven). Adalah Tim jurnalis yang berasal dari Negara-Negara Asia Tenggara yang beranggotakan Tujuh orang Jurnalis yang bekerja untuk Reuters. Reuters adalah sebuah Kantor Berita Harian Internasional yang berpusat di Kota London, Inggris. Reuters memiliki para Jurnalis-Jurnalis dari berbagai Negara di dunia, untuk menjadi Jurnalis disini butuh perjuangan karena tidak sembarang orang bisa bekerja disini, pihak Reuters melakukkan seleksi ketat untuk menerima para Jurnalisnya, hanya 150 orang Jurnalis yang diterima setiap tahunnya disini, padahal yang mendaftar ada puluhan ribu dari berbagai Negara. Saya dan Bagas adalah orang yang beruntung bisa diterima bekerja disini, karena selain pihak Reuters memberikan gaji tinggi kepada para Jurnalisnya juga bisa keliling dan mengunjungi banyak Negara di Dunia dan itu dibiayai oleh pihak Reuters.
Hampir dua bulan bekerja disini saya sudah mengunjungi puluhan Kota dan Negara Asia, Eropa, Amerika Selatan dan Utara, dan Afrika ketika meliput dan mengumpulkan informasi yaitu Kota Shanghai, Teheran, Islamabad, Kuala lumpur, Manila, Bangkok, New Delhi, Istanbul, Kiev, Moscow, Berlin, London, Madrid, Barcelona, Paris, Manchester, Lisbon, Amsterdam, Kairo, Algiers, Buenos Aires, Havana dan besok akan terbang lagi ke Wina untuk meliput berita. Mimpi yang dulu ku anggap sangat tidak realistis dan pesimis sekali untuk bisa pernah berada tempat-tempat ini, karena melihat orang-orang di desaku yang hanya besar di pedesaan, dan menghabiskan masa kehidupan di desa selama hidupnya. Aku sangat bersyukur atas nikmat kesempatan yang diberikan ini Tuhan. Aku teringat akan potongan Ayat Suci Kitabku, “Fabiayyiaala Irabbikumaa tukadz dzibaan”, “Nikmat Tuhanmu mana lagi yang kau dustakan”.
Kota-Kota dan Negara indah yang dikenal memiliki peradaban tertinggi dengan negara industrinya yang menjadi pusat Perekonomian Dunia, Iptek, Industri, Jasa, dan lainnya. Khusunya untuk untuk Negara-Negara Eropa Barat. Kemajuan ini, sangat bisa dilihat. Namun, Aku tidak begitu terkagum melihat atas pencapain Bangsa Bangsa Barat ini, karna kemajuan itu, dulu mereka peroleh dan pelajari dari Islam, ketika Islam pernah berkuasa dan tumbuh dan pesat di Semenanjung Andalusia, selama kurang lebih enam abad lamanya, pada masa Kekhlaifahan Umayyah II selama kurun waktu itu islam telah menanamkan peradaban di Eropa, ketika itu Eropa masih dalam Era Kegelapan, setelah Renainsance baru mereka bangkit dan maju. Peninggalan-peninggalan Islam masih tetap ada di sana, Misalnya Istana Al Hambra di kota Granada, Spanyol. Dulu waktu meliput berita di Spanyol, saya tidak bisa singgah walau hanya sebentar di Granada. Karena ketika setelah dari Barcelona harus langsung Transit terbang ke Kota Paris, Perancis.
Dan setelah mereka maju, Kemudian pada abad ke 14 mulai melakukukan pelayaran ke dunia timur dan melakukan Kolonialisasi di negara-negara timur, termasuk salah satunya negeriku Tercinta, Indonesia yang dulu bernama Hindia Belanda. Inggris menguasai sebagian besar Asia Selatan seperti India, pakistan dan Asia Tenggara seperti malaysia, Brunei dan lainnya. Perancis menguasai Sebagian besar negara-negara Afrika dan Timur Tengah. Hingga hari ini negara-negara bekas jajahan Perancis di Afrika masih menjadi negara terbelakang dalam segala aspek kehidupan baik keterbelakang hal Ekonomi, Pendidikan, Sosial. Diperparah dengan kondisi negara yang sering konflik perang sesama yang berkepanjangan, kondisi negara ini sangat menyayat hati, banyak anak-anak yang kelaparan dan tidak bisa bersekolah seperti layaknya anak-anak di negara lain. Aku menyaksikan langsung hal itu di konsentrasi zona konflik di Nigeria bagian utara ketika melakukan peliputan berita. Hal ini hanya bisa ku bantu dengan membuat tulisan-tulisan di Reuters agar seluruh masyarakat dunia tahu, bagaimana nasib rakyat Nigeria. Dan PBB tidak becus menyelesaikan konflik ini sudah sekian lama. Kritikan-kritikan tulisanku terhadap PBB, menjadi Headline dalam halaman berita di Reuters.
Reuters adalah salah satu bacaan berita yang paling banyak dibaca di seluruh dunia. Dan memiliki aset kekayaan yang besar. Sebelumnya Aku dan Bagas bekerja di perusahaan berita Tanah Air, Republika. Dan karena diterima di Reuters kami terpaksa meninggalkan Republika, padahal sangat berat hati, karena disini karir kami dimulai. Saya tidak akan pernah melupakannya.
Ayahnya Bagas berasal dari Negeri Jiran Malaysia, tepatnya Negara bagian Sabah, yang pindah ke Sumatera Selatan dan menjadi warga negara Indonesia ketika harus menikahi ibunya Bagas atas permintaan ibunya, karna ayah bagas sangat mencintai ibunya, maka iapun melakukan apa hal yang diminta orang yang dicintainya, ia pernah cerita hal ini kepadaku saat berada di kabin pesawat ketika dalam perjalanan dari Kuala Lumpur-London untuk sama-sama meliput berita pertemuan ratu Elizabeth dengan Presiden AS, Barack Obama di Istana Birmingham.
Ayah Bagas merupakan seorang Pengusaha pertambangan Batu Bara yang melakukan Eksplorasi di beberapa Provinsi di Sumatera, yakni sumatera selatan, Jambi, Riau dan di Provinsi Kalimantan Timur. Ibunya seorang Dokter Spesialis Jantung yang bekerja di RSUD Kota Palembang. Bagas memiliki tiga orang Saudara, yang pertama saudara perempuannya sudah menikah dan menetap di Kota Makassar ikut suaminya yang berasal dari Makassar, dan bekerja sebagai sseorang dosen di UIN Hasanuddin Makassar. Dan abangnya saat ini sedang studi S-2 jurusan Ekonomi di Universitas Harvard, Amerika. Dan satu adik laki-lakinya masih di bangku SMP. Ia adalah Mahasiswa lulusan dari Universitas Gadjah Mada Jogjakarta, jurusan Ilmu Komunikasi dengan predikat lulus Cumlaude 3,98.
Bagas Wanata Abdul Razak, nama lengkapnya, ia orang yang sangat Ulet, rajin, cerdas, kerja keras, pantang menyerah, ramah, sederhana dan rendah hati, meskipun ia anak seorang pengusaha pertambangan kaya di kota Palembang. itu yang ku kenali tentang karakter dirinya selama ini, sudah hampir 3 tahun aku mengenalnya, 2 tahun lebih ketika kami bekerja di Republika, dan beberapa bulan ketika bekerja di Reuters. Ayahnya tidak pernah menginginkan Bagas kuliah FISIP di jurusan komunikasi dan menjadi jurnalis, ayahnya ingin bagas kuliah di Fakultas Ekonomi, ia ingin bagas menjadi penggantinya nanti kelak ketika masa tua. Namun bagas berhasil meyakinkan ayahnya dengan susah payah dan bantuan ibunya untuk meyakinkan ayah bagas, bahwa ia juga bisa sukses dengan pekerjaan yang menjadi hobinya sejak kecil yaitu menulis. Karena dengan menulis ia bisa berbagi dengan sesamanya.
“Oh, aku hanya Cuma mau ngajak keluar, gimana kalau hari ini kita jalan-jalan menyusuri kota sudut kota Moscow”?
“Ide yang bagus tu. Nanti setelah kita sarapan kita langsung pergi.Sekalian cari inspirasi tulisanku tentang Moscow!”.
“Sip, aku balik ke kamar dulu, mandi dan siap-siap!”.
“Kita sarapan di restoran mana pagi ini gas”?
“Di Moscow Restaurant saja, disini dekat dari apartemen kita.”
“OK, On time ya!
“pasti!.
Di kota Moscow tidak susah mencari Restaurant Halal, banyak Restaurat Orang muslim di kota moscow yang menyediakan masakan Halal. Meskipun Rusia negara yang berideologi Komunisme dan Marxisme. Warga Moscow yang beragama Islam diberikan kehidupan yang baik disini tanpa diskriminasi dan dihormati oleh orang Moscow non muslim.
Setelah keluar dari restaurant kami langsung naik Bus. Bagas mengajak ku mengunjungi Masjid Agung Moscow yang baru saja direnovasi dengan biaya USD170 juta dan diresmikan Presiden Rusia, Vladimir Putin minggu lalu. Masjid ini sudah dibangun pada tahun 1901. Jadi hasil dari renovasi Masjid Moscow lama. Kami ingin melihatnya. Saat peresmian Masjid ini sayang kami berada di Barcelona dalam tugas meliput berita Pertandingan La Liga Spanyol dalam laga bertajuk El Clasico, Barcelona vs musuh abadinya Real Madrid di Stadion Camp Nou.
Masjid ini mampu menampung 100 ribu jamaah, dan merupakan masjid terbesar di Rusia dan daratan Eropa. Dari kejauhan sudah terlihat kemegahan masjid ini, dengan gaya arsitektur gabungan Seni Islam dan Eropa. Ku lihat di alun-alun di sekitar masjid warga kota moscow berkunjung dan menikmati suasana ini di pagi hari. tidak hanya warga kota moscow yang mengunjunginya, tetapi wisatawan dari luar Moscow dan luar negara Rusia. Saya merasa berada di negara berpenduduk muslim seperti di Indonesia dan malaysia Karena bisa bertemu orang-orang satu kepercayaan. Subhanallah.
“Dra, ayo kita masuk ke dalam masjid, pasti lebih keren”?
“Ayo.”
Bagas mengajak ku. Saat menyusuri jalan menuju ke dalam, ku lihat disekeliling orang-orang mengabadikan momen di Masjid moscow dengan kamera dan sebagian yang lain duduk-duduk santai.
Setelah puas menikmati keindahan tiap sudut Interior Masjid Moscow, Andra dan bagas memutuskan untuk keluar, karna waktu masih pagi dan waktu shalat dzhuhur blum masuk. Nanti mereka berniat akan shalat dzhuhur disini, dan akan kembali.
Dua pemuda ini kemudian berjalan menyusuri keindahan alun-alun Masjid Moscow sampai pada akhirnya mereka Berhenti untuk duduk di sebuah bangku di bawah rerindangan pohon yg cukup besar. Beberapa Burung merpati berjalan-jalan dibawah rindangnya pohon.
Mata andra tertuju pada seseorang yang baginya tidak asing lagi menuju ke tempat mereka duduk. Ya, Ali Pasha temannya yg juga bekerja sebagai penulis kolom di Reuters Asal Turki, Ia kelahiran Ankara. Ayahnya adalah Orang Turki Asli yg menikah dg Ibunya yg berasal dari Suriah yg sudah lama tinggal di kota Ankara, Turki. Ia menguasai banyak bahasa diantaranya bahasa Turki, Arab, Inggris, dan jerman.
Ia adalah sekaligus aktivis yg memperjuangkan kemerdekan negara Palestina, Ia banyak membuat Tulisan tentang palestina di kolom Reuters, pernah dulu dia membuat tulisan yg berisi kritikannya terhadap Amerika Serikat, karna pemerintah AS tidak menyetujui kemerdekaan palestina di dalam sidang para negara anggota PBB di new york, mengenai masa depan kemerdekaan negara palestina.
"Assalamualaikum, Akhii, kaifa haluk?"
"Waalaikum salam, syukran akhii". Balas andra dg senyum lepasnya.
"Ada tugas apa, jauh-jauh datang ke Moscow dari Ankara, " sambung andra.
"hm. Aku ke Rusia, ada urusan keluarga sdikit di St. Petersberg, jadi sekalian datang Ke Moscow ". Dengan wajah berserinya.
Dari senyumnya wajahnya, orang tahu ia adalah Orang Turki.
"Oh begitu, ini kenalkan temanku dari Indonesia,". Kata andra.
"Ali Pasha" ucap Ali kepada Bagas sembari menyalami Bagas.
"aku Bagas" balas bagas sembari menerima salaman dari Ali.
"kerja di Reuters juga?"
"iya" blas bagas.

to be continued... 

Minggu, 09 Agustus 2015

Novel The Lord of the Rings: The Fellowship of The Rings

Novel The Fellowship of The Rings
Cerita The Fellowship of The Rings dimulai dengan kisah bagaimana seorang hobbit bernama Bilbo Baggins dari The Shire, telah mengembara ke Misty Mountain dan bertemu dengan Gollum yang telah tinggal di dalam sebuah gua di gunung tersebut selama 500 tahun. Bilbo berhasil mencuri cincin milik Gollum dan kemudian membawanya pulang ke The Shire. Tanpa disadari, cincin tersebut mempunyai kekuatan sakti.
Pada ulang tahunnya yang ke-111, Bilbo memutuskan untuk meninggalkan The Shire dan menuju ke Rivendell. Bilbo ingin menghabiskan masa tuanya dengan menulis buku tentang pengembaraannya dengan seorang Dwarf mencari harta karun di Lonely Mountain, di mana terdapat seekor naga yang menyembunyikan emas permata di bawah badannya. Sebelum melakukan perjalanannya, Bilbo mewariskan cincin sakti yang disebut One Ring kepada keponakannya yang bernama Frodo Baggins.
Seorang Wizard yang juga sahabat Bilbo bernama Gandalf menyarankan Frodo untuk menghancurkannya ke Mount Doom. Penghancuran cincin ini untuk menghalangi niat jahat Sauron yang ingin menguasai Middle-Earth. One Ring dibuat oleh Sauron, Dark Lord dari Mordor, cincin tersebut sesungguhnya digunakan untuk menguasai Middle-Earth dan memperbudak rakyatnya.
Frodo berangkat ke Mount Doom bersama seorang sahabatnya yang bernama Samwise Gamgee. Dalam perjalanan, mereka bertemu dengan Merry dan Pippin yang akhirnya ikut bergabung bersama Frodo dan Sam. Perjalanan para hobbit ini terus dibayangi oleh Black Rider yang merupakan utusan Sauron untuk mengawasi si pemegang cincin.
Ketika sampai di Bree, empat hobbit ini memutuskan untuk beristirahat di The Prancing Pony. Ditempat tersebut mereka bertemu dengan seorang Strider yang bernama Aragorn. Ternyata Strider tersebut adalah utusan Gandalf yang bertugas menemani para hobbit hingga ke Rivendell, tempat penguasa Elf berkuasa dan akan terjadi pertemuan penting antara semua ras penghuni Middle Earth.
Keesokan harinya Strider menemani mereka untuk meneruskan perjalanan ke Rivendell. Pada malam harinya, mereka kembali diserang oleh Black Rider. Frodo terluka dalam serangan itu karena ditikam oleh Black Rider. Dalam kepanikan karena Frodo terluka dan pingsan, tiba-tiba muncul seorang Elf yang bernama Arwen dan membawa Frodo ke Rivendell dengan kudanya.

Black Rider terus mengejar Arwen sampai ke Loudwater River. Saat Black Rider mencoba menyeberangi sungai, Arwen membaca mantra untuk membuat sungai tersebut memukul Black Rider dengan kuat dan membunuh mereka. Setelah berhasil mengalahkan Black Rider, Arwen dan Frodo melanjutkan perjalanan menuju ke Rivendell.
Pada saat yang sama, Gandalf yang terperangkap di puncak Menara Orthanc di Isengard meminta bantuan burung elang raksasa bernama Gwaihir untuk melepaskannya dari tawanan Saruman. Gwaihir membawa Gandalf ke Rivendell. Saat rombongan Aragorn dan para hobbit sampai di Rivendell, Frodo sudah sembuh dari lukanya. Elrond sang pemimpin bangsa Elf sangat kagum pada kekuatan mental Frodo yang sama sekali tidak terpengaruh dengan kekuatan jahat dari One Ring. Sementara itu, seluruh wakil pemimpin dari semua makhluk Middle-Earth berkumpul di Rivendell untuk membahas siapa yang akan membawa One Ring ke Mordor untuk dihancurkan. Saat tidak ada yang bersedia membawanya, tiba-tiba Frodo menawarkan diri untuk membawa One Ring ke Mordor. Maka terpilihlah orang-orang yang akan melakukan perjalanan ke Mordor, yaitu Gimli (Dwarf), Legolas (Elf), Aragorn dan Boromir (Men), Gandalf (Wizard), dan keempat hobit (Frodo, Sam, Merry, dan Pippin). Kesembilan orang tersebut tergabung dalam The Fellowship of The Ring.
Keesokan harinya kesembilan orang tersebut berangkat menuju ke selatan melewati Lothlorien. Untuk sampai ke Lothlorien, mereka harus melintasi Misty Mountain yang saat itu sedang mengalami badai salju dan reruntuhan batu-batuan. Namun akhirnya mereka menyerah pada cuaca dan mengalihkan jalur menuju ke Moria yang merupakan tempat tinggal Dwarf.
Di Moria, mereka diserang oleh Orcs. Orcs adalah manusia kerdil bodoh ciptaan Sauron yang tinggal di Hutan Mirkwood untuk membantu Sauron menguasai Middle-Earth. Karena jumlah pasukan Orcs yang tidak seimbang dengan jumlah The Fellowship, maka mereka melarikan diri ke jembatan Khazad-Dum. Celakanya di jembatan tersebut mereka telah dihadang oleh binatang raksasa yang menyerupai monster bernama Balrog. Pertempuran dengan Balrog menyebabkan Gandalf terjatuh ke dasar jurang dan menghilang.
Aragorn kemudian mengambil alih tugas Gandalf untuk memimpin The Fellowship sampai ke Mordor. Setelah perjalanan The Fellowship sampai di Lothlorien, mereka bertemu dengan seorang peri bijak yang bernama Galadriel. Galadriel memberikan bekal sampan, biskuit lembas, dan kaca. Dari kaca milik Galadriel, Frodo melihat masa depan dimana sahabatnya Sam akan menemui ajalnya jika tetap ikut dengannya ke Mordor. Frodo mulai bimbang pada perjalanannya, namun ia tetap harus menghancurkan One Ring.
Perjalanan berlanjut melewati sungai Anduin menuju ke selatan. Sampai di Fall of Rauros mereka berhenti untuk beristirahat. Saat beristirahat, Boromir ingin melihat dan memegang One Ring, namun Frodo menolaknya dan menyingkir dari Boromir. Tiba-tiba sekumpulan Orcs dan Uruk Hai menyerang The Fellowship. Gimli, Legolas, Aragorn, dan Boromir maju menghadapi serangan musuh, sedangkan Merry, Pippin, Frodo, dan Sam berlari menyembunyikan diri namun akhirnya mereka terpisah sementara Merry serta Pippin menjadi tawanan pasukan Orcs.
Frodo dan Sam berhasil menyelamatkan diri dan berlayar ke seberang sungai. Sementara Gimli, Aragorn, dan Legolas yang berhasil mengalahkan pasukan Orcs dan Uruk Hai harus merelakan Boromir yang tewas di medan perang. Gimli, Aragorn, dan Legolas melakukan penghormatan terakhir kepada Boromir dengan meletakkan mayatnya ke dalam sampan dan membiarkannya berlayar menuju sungai Anduin, kemudian ketiganya mulai mencari keempat hobbit.

Sumber: http://sebuahcatatansastra.blogspot.com/2009/01/sinopsis-lord-of-rings-fellowship-of.html

Logis Anies Dirikan Partai Sendiri?

   If you want a thing done well, do it yourself.” – Napoleon Bonaparte, Kaisar Prancis (1804-1814) Tahun itu adalah tahun 2014, ketika seb...