Senin, 29 Februari 2016

Novel RTDW, Membaca dan Malamku

Novel RTDW Karya Tere Liye
Sepi di larutnya malam. Di depan rumah di bawah sinar rembulan yang bersinar. hanya terdengar suara jangkrik dan burung-burung walet di seberang jalan sana, menambah suasana larutnya malam ini. hembusan dingin semilir angin yang menerpa wajah menambah kantuknya mata.   suasana tenang ini, menjadi suasana yang paling pas untuk membaca.  
satu buah buku novel ini menjadi penahan rasa kantuk di mata. karena, ingin menghabiskan isi jalan cerita dalam novel ini yang berkisah tentang seorang anak manusia yang selalu dirundung kehilangan orang-orang yang dicintainya sejak kecil hingga akhir kehidupannya...
Tentang kisah Kenapa Tuhan Mengabil sumber kebahagiannya? Ya, Orang Tua yang tak akan pernah ia lihat sejak kecil di dunia ini, hingga  Si Gigi Kelinci yang merupakan cinta PERTAMA dan TERAKHIRNYA...
Larut dalam kisah Ray dalam Novel ini... Rembulan Tenggelam di Wajahmu..

Sabtu, 20 Februari 2016

Sajak-Sajak Perasaan

Apakah cinta itu menyakitkan? Tidak. Cinta itu justeru adalah energi terbaik untuk memastikan dunia ini seimbang dan survive. Lantas apa yang menyakitkan itu? Bukan cintanya, melainkan seperti: ditolak, itu sakit. Kesepian, itu juga sakit. Dilupakan, dikhianati, ditinggalkan, itu baru sakit. Kangen, terpisah oleh jarak, terkena tembok masalah, dsbgnya, dsbgnya, itu juga baru sakit. Kalau cintanya sih tidak.

Esensi cinta itu persis seperti seorang Ibu yang baru melahirkan, meski si bayi itu suka ngompol, dikit2 nangis, malam-malam terbangun, kurang tidur, badan letih, sampai sakit, tapi tetap saja si Ibu merawat bayinya dengan tulus, bukan? Energi apa yang membuat Ibu tersebut tetap melakukannya? Karena ada cinta di sana. Energi terbaik untuk memastikan dunia baik2 saja.

Lantas bagaimana mungkin kita sakit oleh cinta? Karena kita terkena duri kulit luarnya. Bukan karena substansi dalamnya.

Ketika seorang pemuda malang, jatuh cinta kepada gadis idaman, dan ternyata si gadis justeru menikah dengan orang lain, apakah cinta yang membuat si pemuda sakit hati? Tidak. Karena coba tanya saja ke pemuda itu, “Apakah, yang PENTING itu kau sendiri yang bahagia, atau gadis itu yang bahagia?” Para pencinta sejati pasti akan memilih: lebih baik gadis itu yang bahagia dengan orang yang memang dicintai gadis tersebut. Bukankah begitu jawabannya? Tapi kenapa kita masih tetap merasakan sakit? Bukan cintanya yang mengiris hati, melainkan karena kehilangan, karena ditolak, karena bertepuk sebelah tangan, itulah yang membuatnya sakit. Karena tidak terpenuhi harapan, karena bagai pungguk merindukan bulan, karena seperti roda belakang menatap roda depan, itu yang sakitnya sampai ke dalam sini.

Tapi, kan kalau saya tidak jatuh cinta di awal cerita, semua kondisi itu tidak akan terjadi, bukan? Kalau saya tidak jatuh cinta dengan gadis itu, bodo amat dia mau menikah dengan siapa, bukan urusan saya. Bukankah jelas sekali karena cinta itu yang menjadi penyebab semua masalah? Tidak. Lagi-lagi tidak, melainkan kitalah yang tidak pernah mau memahami resiko jatuh cinta itu sendiri. Kita sendiri yang lupa resiko, memegang api pasti terbakar, bermain hujan pasti basah. Pun saat jatuh cinta, pasti ada resiko berpisah (mau diterima atau tidak cintanya, mau menikah atau tidak, pasti berpisah).

Sayangnya, tidak ada mata pelajaran di sekolah-sekolah yang bisa mengajarkan esensi cinta. Tidak ada di Sejarah, juga tidak di IPS, IPA apalagi di pelajaran Matematika. Buku-buku, novel-novel, mungkin membahas tentang cinta, tapi itu terbatas pada kisah yang diceritakan, dengan sudut pandang si penulisnya. Film, apalagi, itu hanya proyeksi dari sutradara, penulis skenario. Tidak ada kursus singkat tentang cinta, tidak ada sekolah, jurusan, fakultas cinta. Semua orang harus menjalani sendiri pelajaran cinta itu dalam kehidupannya. Ada yang berhasil meraih esensi terbaiknya, ada yang hanya berkutat pada perasaan jatuh cinta anak muda kebanyakan. Tulisan ini pun tidak akan kuasa menjelaskan apa itu esensi cinta.

Jadi sebagai penutup, ingatlah selalu, cinta itu tidak pernah “jahat”. Yang jahat, meyakitkan, buruk, bikin sakit hati adalah kulit luarnya yang boleh jadi memang berduri dan penuh jebakan.

Tidak masalah satu dua kita tertusuk dalam sekali, dek, membuat nyeri hati sepanjang hari, minggu bahkan ada yang bertahun2, namanya juga masih belajar. Tidak masalah kita teriris sembilu hingga membuat dunia seperti terbalik setiap malam tiba, setiap menatap hujan, atau hanya sekadar disebut nama kota-nya, sudah membuat terdiam kelu. Tidak mengapa, namanya juga kita tidak pernah latihan menghadapi persoalan cinta ini. Tapi selalu pastikan, kita menjaga diri, menaati norma-norma, nilai-nilai kebaikan, kaidah-kaidah agama. Itu akan membuat kita tetap terkendali, dan tidak merusak. Besok lusa, boleh jadi kita lebih paham. Dan kita bahkan bisa benar-benar berdiri tegak seperti pemuda dalam contih tulisan ini, bisa berkata mantap: Tidak mengapa dia menikah dengan orang lain, sepanjang dia bahagia, aku pun turut bahagia.

*Tere Liye

SETIDAKNYA

Setidaknya perasaan itu sifatnya gratis. Rindu misalnya, tidak bayar sama sekali, kalau rindu itu sampai bayar, aduh, bisa jadi fakir semua para pencinta di dunia ini. Rindu satu jam bayar 10.000, rindu sepanjang tahun, berapa biayanya?

Setidaknya perasaan itu juga sifatnya tidak diskriminatif. Jatuh cinta misalnya, tidak ada diskriminasinya, kalau sampai ada, bisa jadi yang pesek dilarang jatuh cinta sama yang mancung, nyatanya boleh-boleh saja. Banyak yg pesek berjodoh sama yang mancung, malah kisah cinta mereka spesial.

Setidaknya perasaan itu juga sifatnya bukan ujian nasional. Kalau rasa sayang itu ada UN-nya, bisa jadi, angka kecurangan membumbung tinggi. Lihat saja, orang-orang bahkan ingin tahu sekali siapa yang melihat profile FB-nya? Bila perlu dengan software khusus.
Pada akhirnya, ketahuilah, setidaknya perasaan itu juga sifatnya berdiri sendiri. Bahkan ketika ditolak sekalipun, disuruh ngaca sana, dihina dsbgnya, kita tetap bisa bilang itu perasaan, bukan? Tetap bisa disebut cinta, tetap bisa dibilang sayang, bukan?

Maka lengkapilah dengan yang disebut: “kehormatan perasaan”, maka insya Allah kita bisa selalu menjaga diri. Jangan tumpah ruah perasaannya, bikin becek di timeline, jangan mau diajak berdua-duaan, dipegang-pegang, jangan mau. Jangan mau melakukan hal sia-sia hingga merusak diri sendiri. Barangsiapa bisa menjaga kehormatan perasaannya, dia akan bisa menjaga kehormatan dirinya.

*Tere Liye

BUKAN SEKEDAR

Cinta itu bukan sekadar berjumpa dan bersama.

Karena kalau itu, setiap hari banyak orang yang naik angkot/bus yang sama, berangkat sekolah/kantor, tapi tetap saja menggerutu. Tidak pernah jatuh cinta dengan angkot/bus tersebut.

Cinta itu bukan sekadar menyapa dan berbicara.

Karena kalau itu, setiap hari banyak orang yang berbusa2 bicara dengan orang yang sama, seperti petugas telepon, pengajar, penjaga toko, karyawan, dsbgnya, tapi tetap saja berkeluh kesan. Tidak pernah jatuh cinta meski begitu lama bicaranya.

Boleh jadi cinta itu adalah rasa syukur.
Mungkin pula cinta itu adalah rasa terima kasih.
Atau bahkan cinta itu adalah kedamaian hati.

SAJAK KAU HARUS TAHU 1

Kau harus tahu,
Sebongkah berlian tidak akan berkurang nilainya,
Meski ditemukan oleh orang yang tidak tahu betapa berharganya
Lantas dibuang begitu saja
Orang itu akan menyesal panjang

Maka,
Kau juga harus tahu
Seseorang yang amat berharga tidak akan berkurang nilainya
Meski disia-siakan oleh orang yang tidak pantas baginya
Lantas kemudian ditinggalkan begitu saja
Orang itulah yang akan menyesal panjang

SAJAK KAU HARUS TAHU 2

Kau harus tahu,
langit dan bumi tidak pernah menyatu,
tapi ketika hujan, mereka bisa bersatu erat saling bercengkerama begitu indah, atas setiap tetesnya.
Amat mesra saling menyapa.

Kau harus tahu,
lautan dan matahari tidak pernah menyatu.
tapi ketika sunset, matahari tenggelam di kaki langit sana,
maka garis horizon laut memeluk erat sang matahari.
Untuk besok berjanji kembali akan bersua
Di sini, di tempat yg sama, di waktu terjanjikan

Kau harus tahu,
bulan dan permukaan kolam jauh saja letaknya
tapi saat purnama, tataplah permukaan kolam yang tenang
maka bulan persis berada di dalam relung hatinya
Memantulkan bayangan begitu anggun
kebersamaan singkat yang begitu mempesona

Maka, apalagi kita?
Manusia yang tinggal di tanah yg sama
Kita tidak dipisahkan bagai langit dan bumi
Kisah cinta kita bisa begitu spesial
Di tangan orang-orang yang bersabar dan senantiasa tahu batasnya.
Sunggu percayalah

*Tere Liye

SAJAK KETIKA

Ketika kita mencintai seseorang
Hanya untuk tahu
Ternyata dia mencintai orang lain

Ketika kita menunggu begitu lama
Hanya untuk tahu
Ternyata dia justeru sedang menunggu (orang lain)

Ketika kita sudah melakukan yang terbaik
Tapi tetap gagal juga, hingga sesak bertanya
Harus sebaik apalagi usaha kita agar berhasil?

Ketika kita menginginkan sesuatu
Ternyata yang kita dapatkan sesuatu yang justeru tidak kita butuhkan
Membuat berseru kesal, kenapa dan kenapa?

Ketika kita tidak mengerti
Kenapa semua seperti berlawanan dengan maunya kita
Kenapa doa-doa kita seolah tidak terjawab

Maka, mungkin itulah saatnya
Tiba waktunya untuk menyadari
Boleh jadi ada skenario lebih indah telah menanti
Menunggu kita bersedia menerimanya
Tersenyum lapang bahwa semua baik-baik saja

Karena boleh jadi
Ketika kita mencintai seseorang, dan dia mencintai orang lain
Sebenarnya ada yang justeru sedang mencintai kita dalam diam

Ketika kita menunggu begitu lama, dan dia justeru sedang menunggu (orang lain)
Sebenarnya ada yang justeru tengah menunggu, kapan kita akan menoleh padanya

*Tere Liye

HANYA KATA-KATA

Sakit hati itu frase saja
Tergeletak begitu saja tanpa arti
Hingga kita mengalaminya sendiri
Barulah dia utuh bermakna: “sakit hati”

Rindu itu juga hanya kata-kata
Teronggok begitu saja tanpa makna
Hingga kita menemuinya sendiri
Barulah dia utuh hakikatnya: “rindu”

Pun “cinta”, itu kata-kata saja
Bisa dituliskan di mana-mana, kosong berdebu
Hingga kita menjalaninya sendiri
Barulah dia utuh definisinya: “cinta”

Apalagi menikah, itu mungkin status saja
Bisa ditype-ex jika ditulis di atas kertas
Hingga kita beranjak melaluinya
Barulah utuh maknanya: “menikah”

SAJAK SUNGGUH KAU BOLEH PERGI

Siang pasti digantikan malam
Sekeras apapun siang bertahan
Matahari pasti tumbang
Dan gelap menyelimuti
Siang pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi

Kelopak bunga mawar pasti rontok
Sekeras apapun dia ingin mekar lama
Pasti tiba masanya layu
Dan tangkai-tangkai membisu
Bunga mawar pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi

Hujan pasti reda
Selama apapun dia hendak turun
Pasti tiba masanya habis
Dan menyisakan basah di halaman
Hujan pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi

Maka
Apalagi urusan perasaan
Cinta bisa berganti benci
Percaya memudar berganti kusam ragu
Pun komitmen menipis berubah jadi lupa
Kau boleh pergi
Sungguh boleh.

Tapi aku akan tetap di sini
Meyakini bahwa
Besok pagi, malam pun akan berganti siang
Mawar baru akan merekah ulang
Dan hujan berikutnya pasti kan datang

Kau sungguh boleh pergi.

*Tere Liye

SAJAK JALANKU MASIH PANJANG

Wahai perasaan
Kau buat pagiku jadi mendung, soreku jadi kelam
Kau buat siangku jadi gelap, dan malam semakin gulita
Kau buat beberapa menit lalu aku gembira, untuk kemudian bersedih hati

Wahai perasaan
Kau buat aku berlari di tempat
Semakin berusaha berlari, kaki tetap tak melangkah
Kau buat aku berteriak dalam senyap
Kau buat aku menangis tanpa suara
Kau buat aku tergugu entah mau apalagi

Wahai perasaan
Kau buat aku seperti orang gila
Mengunjungi sesuatu setiap saat, untuk memastikan sesuatu
Padahal buat apa?
Ingin tahu ini, itu, untuk kemudian kembali sedih
Padahal sungguh buat apa?

Wahai perasaan
Kau buat aku seperti orang bingung
Semua serba salah
Kau buat aku tidak selera makan, malas melakukan apapun
Memutar lagu itu-itu saja,
Mencoret-coret buku tanpa tujuan
Mudah lupa dan ceroboh sekali

Wahai perasaan
Cukup sudah
Kita selesaikan sekarang juga
Karena,
Jalanku masih panjang
Aku berhak atas petualangan yang lebih seru

Selamat tinggal
Jalanku sungguh masih panjang….

SAJAK MENCINTAIMU DALAM SENYAP

Ketika kami tidak tahu harus apalagi
Gelap di sekitar, penuh kalut dan sesak
Maka teladan kisahmu menjadi lampu
Membuat terang jalan yang harus kami jalani

Ketika kami tidak tahu harus berpegang entahlah
Bagai buih lautan terombang-ambing
Maka cerita hidupmu menjadi pondasi
Berdiri tegak penuh kepastian

Tidak tahukah, wahai
Betapa rindu kami menatap wajahmu
Berlinang air mata walau hanya membayangkannya
Terisak dalam diam, padahal kami sungguh tak tahu rupamu

Ada banyak berjuta tanya yang ingin disampaikan
Kenapa, mengapa, bagaimana, dan sebagainya
Tapi engkau sudah lama pergi
Terbentang waktu dan jarak yang tak bisa dilampaui
Tapi tidak mengapa
Biarlah cinta ini dalam senyap
Akan kami tunjukkan dengan ahklak terbaik warisanmu
Menjalankan wasiat2 yang kau tinggalkan
Hingga esok lusa
Semoga kesempatan itu ada
Tidak mengapa
Jika kami hanya bisa berdiri jauh menatapmu
Pun tidak masalah walau hanya sekejap saja
Itu lebih dari cukup, sungguh
Genap sudahlah cinta ini

*Tere Liye

MELUPAKAN

Ketika kita mencoba melupakan kejadian menyakitkan, melupakan orang yang membuat rasa sakit itu, maka sesungguhnya kita sedang berusaha menghindari kenyataan tersebut. Lari. Pun sama, ketika kita ingin melupakan orang yang pernah kita sayangi, hal-hal indah yang telah berlalu. Maka, sejatinya kita sedang berusaha lari dari kenangan atau sisa kenyataan tersebut.

Kabar buruk buat kita semua, mekanisme menyebalkan justeru terjadi saat kita berusaha lari menghindar, ingatan tersebut malah memerangkap diri sendiri. Diteriaki disuruh pergi, dia justeru mengambang di atas kepala. Dilempar jauh-jauh, dia bagai bumerang kembali menghujam deras. Semakin kuat kita ingin melupakan, malah semakin erat buhul ikatannya.

Bagaimana mengatasinya?

Justeru resep terbaiknya adalah kebalikannya. Logika terbalik. Apa itu? Mulailah dengan perasaan tenteram terhadap diri sendiri. Berdamai. Jangan lari dari kenangan tersebut. Biarkan saja dia hadir, bila perlu peluk erat. Terima dengan senang hati. Bilang ke diri sendiri: “Saya punya masa lalu seperti ini, pernah dekat dengan orang menyakitkan itu, saya terima semua kenyataan tersebut. Akan saya ingat dengan lega, karena saya tahu, besok lusa saya bisa jadi lebih baik–dan semua orang berhak atas kesempatan memperbaiki diri.” Letakkan kenangan tersebut dalam posisi terbaiknya.

Maka, mekanisme menakjubkan akan terjadi. Perlahan tapi pasti, kita justeru berhasil mengenyahkan ingatan itu. Pelan tapi pasti, kenangan tersebut justeru menjadi tidak penting, biasa-biasa saja. Dan semakin kita terbiasa, levelnya sama dengan seperti kenangan kita pernah beli bakso depan rumah, hanyut dibawa oleh hal-hal baru yg lebih seru. Ketahuilah, racun paling mematikan sekalipun, saat dibiasakan, setetes demi setetes dimasukkan dalam tubuh, dengan dosis yang tepat, besok lusa jika kita tidak semaput oleh racun tersebut, kita justeru akan jadi kebal. Apalagi kenangan, jelas bisa dibiasakan.

Itulah hakikat dari: jika kalian ingin melupakan sesuatu atau seseorang, maka justeru dengan mengingatnya. Terima seluruh ingatan itu.

*Tere Liye

SAJAK ADUHAI JANGAN

Dek, sungguh jangan mengambil keputusan saat sedang marah
Besok lusa boleh jadi kita akan menyesal tiada tara

Jangan pula membenci saat sedang tersinggung atau berbeda pendapat
Besok lusa boleh jadi kita kehilangan kesempatan memahami sesuatu lebih baik

Pun jangan menjanjikan sesuatu saat sedang hepi
Besok lusa mungkin saja kita juga akan susah payah melaksanakannya

Jangan mepet sekali mengerjakan sesuatu jika itu penting
Berilah waktu tambahan karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi

Pun jangan menunda-nunda sesuatu yang bisa dikerjakan segera
Karena tiada yang menjamin besok lusa masih ada waktuya

Dan terakhir
Sebagai penutup sajak ini
Sungguh, dek, jangan pernah putus cinta saat hujan turun
Itu bukan waktu yang terbaik
Carilah waktu lain, selain hujan
Karena di masa mendatang
Setiap kali hujan
Kita bukannya merasa adem nan tenteram
Atau asyik memeluk guling beranjak tidur
Sebaliknya, kita malah teringat masa lalu
Melukis kenangan

*Tere Liye

Minggu, 07 Februari 2016

IPK?

Bicara soal ipk maka bicara soal nilai. Ipk adalah singkatan dari Indeks Prestasi Kumulatif, yakni jumlah semua poin nilai yang didapatkan dari seluruh matakuliah yang diambil dibagi jumlah sks makul.
Kemudian yg menjadi pertanyaan adalah Apakah IPK dapat merepresentasikan Ilmu yang telah kita dapatkan dari seluruh matakuliah yang pernah diambil.  Dan, jawabannya hanya ada dua. Ya atau tidak.
Banyak mahasiswa yang pesimis mengenai Ipk-nya yg rendah, tidak mencapai target. Naif sekali jika ada orang yg mengatakan Ipk itu tidak penting. Juga naif, kalau Ipk sebagai indikator kemampuan, pengetahuan dan berdampak pada kesuksesan seseorang, karna ipk tidak menentukan kesuksesan dan kemapuan atau keterampilan seseorang.
Jadi yang terpenting adalah dalam tanda kutip"adanya" ilmu yang didapatkan. Untuk Ipk biasanya akan menyusul berdasarkan adanya tadi, karna Ipk berasal dari sebuah evaluasi, jika memang ada ilmunya tentu nilai evaluasi tiap mata kuliah akan nyusul. Bagaimana jika ipk rendah? Namun merasa kita punya kapasitas ilmunya.? Menurut saya bisa jadi hanya kita yg merasa atau juga memang ada ilmu yg didapatkan namun ada sesuatu yg dianggap "salah". Diluar konteks semuanya, yang terpenting adalah adanya ilmu yg didapatkan, untuk Ipk mudahan selaras. Ipk tidak menentukan kesuksesan seseorang, namun sedikit banyaknya ada turut mendukung kesuksesan orang.
Misalnya saya yg fakultas pendidikan -misalnya-memiliki Ipk tinggi, namun tidak bisa menguasai bahan ajar dan menggunakan berbagai pendekatan, strategi, metode dan bagaimana caranya mendidik yg benar dan baik dsb, sayang sekali. SEMOGA, Ipk kita turut merepresentasikan dg apa yang kita dapatkan.
(Penulis. Andre S. Putra, 2016)
Mahasiswa S-1 PGMI STAI Auliaurrasyidin.

Sabtu, 28 November 2015

Finlandia, Negara dengan Sistem Pendidikan terbaik di Dunia

Ilustrasi Pendidikan di Finlandia

Negara yang kelas wahid sistem pendidikannya bukanlah AS, Jepang atau Jerman. Akan tetapi, kiblat pendidikan dunia saat ini mengarah ke negara di ujung utara Eropa yakni, finlandia. Amerika Serikat sendiri berada jauh dibawah level Finlandia, tepatnya di urutan ke-17. Lalu, dimana daya tariknya sistem pendidikan di Finlandia dengan negara-negara lainnya khususnya Indonesia? Jawabannya adalah di kemandirian siswa dan gurunya.
Di Negara Finlandia kemandirian dalam mengikuti proses belajar mengajar itu tidak hanya dinikmati oleh guru-gurunya yang begitu dihormati tetapi juga ditularkan kepada para pelajar melalui berbagai kesempatan-kesempatan penting. Salah satunya dimana setiap pelajar diberi otonomi khusus untuk menentukan jadwal ujiannya untuk mata pelajaran yang menurutnya sudah dia kuasai.
Sistem pendidikan inilah yang dipertahankan oleh Finlandia hingga akhirnya berhasil mengantarkan negara ini berada pada posisi puncak sebagai negara yang paling berhasil mengelola pendidikan nasionalnya. Fantastiknya, dalam evaluasi belajar, angka ketidak lulusan secara nasional tidak pernah melebihi 2 persen pertahunnya. Finlandia juga tidak mengenal istilah ujian semester apalagi ujian nasional layaknya ditanah air. Evaluasi belajar secara nasional dilakukan tanpa ada intervensi pemerintah sekali pun. Karena setiap sekolah bahkan guru berkuasa penuh untuk menyusun kurikulumnya sendiri. Jadi jangan pernah berhayal bahwa guru-guru di Finlandia disibukkan untuk mengejar terget-target tertentu karena di negeri ini guru selalu menyesuaikan bahan ajarnya dengan kebutuhan setiap pelajar. Di Finlandia siapa pun presidennya dan menteri pendidikannya tidak akan berpengaruh signifikan terhadap masa depan pendidikan. Karena fungsi pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan adalah dukungan finansial dan legalitas. Mau bagaimana caranya, maka gurulah yang berwewenang atas itu karena guru dipandang sebagai sosok yang paling mengerti mau dimana wajah pendidikan Finlandia dibawa dimasa yang akan datang.
Sistem ini telah berdampak positif kepada pola cara mengajar guru yang tidak terlalu dipusingkan oleh hiruk pikuknya politik nasional negaranya. Keseriusan negara Finlandia menyokong keberhasilan pendidikan nasionalnya dibuktikan dengan diterapkannya kebijakan gratis sekolah 12 tahun. Kerenkan? Guru-guru Finlandia adalah lulusan terbaik setiap perguruan tinggi dan mereka harus masuk dalam kelompok 10 besar lulusan terbaik. Jika tidak, jangan pernah bermimpi jadi guru di negeri ini.
Itulah sebabnya guru-guru di Finlandia betul-betul berdedikasi tinggi. Gajinya besar dong? Tidak. Guru-guru Finlandia justru digaji dengan gaji secukupnya bahkan bisa dikatakan kurang memadai. Tetapi gurunya begitu menikmati profesinya hal ini karena mayoritas masyarakat Finlandia begitu menghormati dan menghargai profesi seorang guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!
Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia. Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi. Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia. Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan. Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.
Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.
Ditanah air Indonesia, sebenarnya sistem pendidikan Finlandia telah terterapkan sejak tahun 1961 melalui wadah gerakan pramuka. Apa yang berlaku di Finlandia jelas-jelas merupakan sistem pendidikan yang berlalu di gerakan pramuka. Dimana setiap kecakapan dan keterampilan dibidang tertentu yang dimiliki oleh setiap anggota pramuka, bila sudah merasa mampu bisa mengusulkan diri untuk di uji. Disamping itu, setiap 32 orang anggota pramuka dibina oleh 3 orang pembina secara terus menerus. Akan tetapi sistem pendidikan kepanduan ditanah air ini tidak mendapat respon yang positif ditanah air.
Buktinya kendati berhasil melahirkan kader-kader bangsa yang mandiri, negara ternyata tidak berani mengalokasikan dana BOS yang ada pada setiap sekolah untuk sepersekian persen wajib dipergunakan untuk mengelola gerakan pramuka di gugus depan. Pendidikan nasional kita yang masih sarat dengan kepentingan politik kepala daerah menjadikan potret pendidikan begitu semraut. Pelaksanaan UN yang jelas lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya selalu dipertahankan untuk alasan yang tidak jelas.
Bahkan ironisnya lagi, UN telah mengajarkan bangsa ini bagaimana berlaku curang dan menipu. Gilanya lagi peserta UN dikawal dan diamati setiap detik melalui layar CCTV. Seperti teroriskan. Cara-cara gila ini begitu dibangga-banggakan oleh pemerintah bahkan institusi pendidikan sendiri. Padahal metode ini punya dampak physicologi bagi para pelajar dimana UN benar-benar menjadi beban berat.
Jadi jangan heran bila di Nias pada hari pertama UN ada siswa yang meninggal dunia begitu menerima lembar soal ujian. Finlandia tidak pernah membebani muridnya untuk hal-hal yang kurang bermutu atau mengurangi ke-kreativitasan seorang anak setelah meninggalkan rumah sekolah. Maka, tugas tugas (PR), les tambahan dan bimbingan ini dan itu nyaris tidak pernah ada di Finlandia. Bagaimana dengan tanah air? Tekanan yang begitu berat sangat terasa apalagi menjelang ujian nasional. Setiap murid selalu diberi les tambahan yang berlebihan, pelajar di wajibkan mengikuti Tryout hampir tiap bulan dengan alasan untuk mengukur kemampuan siswa. Dirumah disuguhi lagi dengan tugas-tugas berat bahkan ada lagi menu les tambahan yang ditawarkan padahal nuansa bisnisnya lebih terasa daripada urgensinya bagi peserta didik. Repot bukan?
Alhasil, pelajar tanah air lahir dan besar tanpa pernah mempergunakan otaknya untuk berkreativitas. Generasi muda pun besar penuh dengan tekanan. Jadi jangan heran, walaupun lulus UN 100 persen ternyata persentasi lulus SMPTN berbanding terbalik dengan kelulusan UN.
Inilah setidaknya potret pendidikan kita dewasa ini. Indonesia jatuh kepada tingkat kekhawatiran yang terlalu berlebihan. Alih-alih untuk mencerdaskan bangsa tetapi cara-cara yang dilakukan justru mengantarkan bangsa ini kelembah kehancuran. Oleh karena itu kita perlu berbenah. Mengembalikan sistem pendidikan kezaman dahulu kala (seperti cerita orangtua kita) dimana setiap anak dan orangtua begitu menghormati guru perlu kita lakukan.
Guru harus diberi otoritas penuh untuk mengatur kurikulumnya sendiri. Setiap anak juga tidak dibebani dengan tugas ini dan itu. Bahkan birokrasi pendidikan kita yang berbelit-belit perlahan-lahan harus dikurangi. Wajib belajar 12 tahun mutlak harus dilakukan tentunya dengan biaya gratis. Tidak hanya itu wajar 12 tahun itu harus dengan satu izajah saja yaitu izajah SMA. Sedangkan untuk SD dan SMP tidak lagi mengeluarkan izajah mengingat tuntutan dunia kerja saat ini pun izajah dua jenjang pendidikan ini tidak begitu diperlukan.
Oleh karena itu, perpindahan dari tingkat SD ke SMP cukuplah dengan nilai rapor begitu juga dari SMP ke SMA. Maka evaluasi belajar secara nasional hanya dilakukan dijenjang SMA ketika yang bersangkutan akan melanjut keperguruan tinggi atau merambah dunia kerja. Menggratiskan pendidikan dinegara ini bukanlah hal yang mustahil. Bukankah 40 persen APBN kita mark-up dan 30 persennya dikorupsi.
Jadi andai pengelolaan keuangan negara kita ditata dengan baik maka tidak mustahil dimasa-masa yang akan datang biaya pendidikan kita yang saat ini ditampung 20 persen dalam APBN kedepannya akan meningkat menjadi 50 persen.
Bila sudah demikian, bukankah pendidikan kita sudah bisa digratiskan.

Rabu, 25 November 2015

Sebuah Novel : Mimpi dalam Lipatan Kertas

Udara pagi ini di kota Moscow cukup dingin karna musim dingin bulan november sudah di mulai. Dibeberapa wilayah eropa bagian Utara, negara-negara seperti Swedia, Finlandia, Denmark sudah duluan beberapa minggu memasuki musim dingin.
Setelah selesai shalat shubuh, Andra membuka tirai jendela apartemen mewahnya yg berada di lantai 75. Ia memandang jauh panorama kota Moscow saat matahari keluar dari perampiannya dari dalam bumi. Badannya terasah lelah sekali, setelah aktivitas padatnya semalam melakukan perjalanan melelahkan di empat negara berbeda dalam sehari. Semalam dia telah singgah di empat kota berbeda negara di mulai di kota Islamabad, setelah itu ke Istanbul, Kiev lalu terakhir ke moscow.
Hari ini dia punya waktu seharian untk mengisi ulang energinya dg istirahat di apartemennya atau bersantai-santai di luar menikmati sudut kota moscow. Karna esok hari ia akan terbang lagi ke wina, Austria.
Ingatannya jauh melayang memasuki masa lalu yg jauh, 18 tahun yg silam, ia teringat dulu waktu dia masih di bangku kelas 2 SD, ketika belajar IPS materi Benua Eropa dg pak Udin guru Favorit waktu Sd-nya dulu . Pak udin adalah guru ips andra yg ia senangi karna pak udin mengajar tidak seperti guru yg lainnya, yg hanya pakai metode ceramah melulu, yg dianggap andra sngat membosankan. Ia ketika itu bermimpi menginjakkan kakinya di benua dg sebutan benua biru ini dilembaran sebuah kertas.
Ia teringat juga ketika bermain bersama teman2 sekolahnya dulu di desa, berjalan2 di petak2 persawahan sore hari, desa indah dan sangat bersejarah bagi andra, sebuah desa yang berada di pedalaman sumatera.
Masa lalu yg tak akan pernah ia lupakan dalam sejarah hidupnya.
Ketukan pintu di kamar apartemennya memutus nostalgia ingatannya.
Ia berjalan menuju pintu dan membukanya.
"selamat pagi ndra, baru bangun ya?"
"Oh, Bagas. sudah lama gas, tdi hanya lama berdiri dijendela menikmati kota moscow dari jendela itu !". Bagas temannya dari palembang yg juga berada di hotel ini. 
Ia adalah salah satu anggota dari Tim Southeast Asian Journalist Team Seven (SAJT Seven). Adalah Tim jurnalis yang berasal dari Negara-Negara Asia Tenggara yang beranggotakan Tujuh orang Jurnalis yang bekerja untuk Reuters. Reuters adalah sebuah Kantor Berita Harian Internasional yang berpusat di Kota London, Inggris. Reuters memiliki para Jurnalis-Jurnalis dari berbagai Negara di dunia, untuk menjadi Jurnalis disini butuh perjuangan karena tidak sembarang orang bisa bekerja disini, pihak Reuters melakukkan seleksi ketat untuk menerima para Jurnalisnya, hanya 150 orang Jurnalis yang diterima setiap tahunnya disini, padahal yang mendaftar ada puluhan ribu dari berbagai Negara. Saya dan Bagas adalah orang yang beruntung bisa diterima bekerja disini, karena selain pihak Reuters memberikan gaji tinggi kepada para Jurnalisnya juga bisa keliling dan mengunjungi banyak Negara di Dunia dan itu dibiayai oleh pihak Reuters.
Hampir dua bulan bekerja disini saya sudah mengunjungi puluhan Kota dan Negara Asia, Eropa, Amerika Selatan dan Utara, dan Afrika ketika meliput dan mengumpulkan informasi yaitu Kota Shanghai, Teheran, Islamabad, Kuala lumpur, Manila, Bangkok, New Delhi, Istanbul, Kiev, Moscow, Berlin, London, Madrid, Barcelona, Paris, Manchester, Lisbon, Amsterdam, Kairo, Algiers, Buenos Aires, Havana dan besok akan terbang lagi ke Wina untuk meliput berita. Mimpi yang dulu ku anggap sangat tidak realistis dan pesimis sekali untuk bisa pernah berada tempat-tempat ini, karena melihat orang-orang di desaku yang hanya besar di pedesaan, dan menghabiskan masa kehidupan di desa selama hidupnya. Aku sangat bersyukur atas nikmat kesempatan yang diberikan ini Tuhan. Aku teringat akan potongan Ayat Suci Kitabku, “Fabiayyiaala Irabbikumaa tukadz dzibaan”, “Nikmat Tuhanmu mana lagi yang kau dustakan”.
Kota-Kota dan Negara indah yang dikenal memiliki peradaban tertinggi dengan negara industrinya yang menjadi pusat Perekonomian Dunia, Iptek, Industri, Jasa, dan lainnya. Khusunya untuk untuk Negara-Negara Eropa Barat. Kemajuan ini, sangat bisa dilihat. Namun, Aku tidak begitu terkagum melihat atas pencapain Bangsa Bangsa Barat ini, karna kemajuan itu, dulu mereka peroleh dan pelajari dari Islam, ketika Islam pernah berkuasa dan tumbuh dan pesat di Semenanjung Andalusia, selama kurang lebih enam abad lamanya, pada masa Kekhlaifahan Umayyah II selama kurun waktu itu islam telah menanamkan peradaban di Eropa, ketika itu Eropa masih dalam Era Kegelapan, setelah Renainsance baru mereka bangkit dan maju. Peninggalan-peninggalan Islam masih tetap ada di sana, Misalnya Istana Al Hambra di kota Granada, Spanyol. Dulu waktu meliput berita di Spanyol, saya tidak bisa singgah walau hanya sebentar di Granada. Karena ketika setelah dari Barcelona harus langsung Transit terbang ke Kota Paris, Perancis.
Dan setelah mereka maju, Kemudian pada abad ke 14 mulai melakukukan pelayaran ke dunia timur dan melakukan Kolonialisasi di negara-negara timur, termasuk salah satunya negeriku Tercinta, Indonesia yang dulu bernama Hindia Belanda. Inggris menguasai sebagian besar Asia Selatan seperti India, pakistan dan Asia Tenggara seperti malaysia, Brunei dan lainnya. Perancis menguasai Sebagian besar negara-negara Afrika dan Timur Tengah. Hingga hari ini negara-negara bekas jajahan Perancis di Afrika masih menjadi negara terbelakang dalam segala aspek kehidupan baik keterbelakang hal Ekonomi, Pendidikan, Sosial. Diperparah dengan kondisi negara yang sering konflik perang sesama yang berkepanjangan, kondisi negara ini sangat menyayat hati, banyak anak-anak yang kelaparan dan tidak bisa bersekolah seperti layaknya anak-anak di negara lain. Aku menyaksikan langsung hal itu di konsentrasi zona konflik di Nigeria bagian utara ketika melakukan peliputan berita. Hal ini hanya bisa ku bantu dengan membuat tulisan-tulisan di Reuters agar seluruh masyarakat dunia tahu, bagaimana nasib rakyat Nigeria. Dan PBB tidak becus menyelesaikan konflik ini sudah sekian lama. Kritikan-kritikan tulisanku terhadap PBB, menjadi Headline dalam halaman berita di Reuters.
Reuters adalah salah satu bacaan berita yang paling banyak dibaca di seluruh dunia. Dan memiliki aset kekayaan yang besar. Sebelumnya Aku dan Bagas bekerja di perusahaan berita Tanah Air, Republika. Dan karena diterima di Reuters kami terpaksa meninggalkan Republika, padahal sangat berat hati, karena disini karir kami dimulai. Saya tidak akan pernah melupakannya.
Ayahnya Bagas berasal dari Negeri Jiran Malaysia, tepatnya Negara bagian Sabah, yang pindah ke Sumatera Selatan dan menjadi warga negara Indonesia ketika harus menikahi ibunya Bagas atas permintaan ibunya, karna ayah bagas sangat mencintai ibunya, maka iapun melakukan apa hal yang diminta orang yang dicintainya, ia pernah cerita hal ini kepadaku saat berada di kabin pesawat ketika dalam perjalanan dari Kuala Lumpur-London untuk sama-sama meliput berita pertemuan ratu Elizabeth dengan Presiden AS, Barack Obama di Istana Birmingham.
Ayah Bagas merupakan seorang Pengusaha pertambangan Batu Bara yang melakukan Eksplorasi di beberapa Provinsi di Sumatera, yakni sumatera selatan, Jambi, Riau dan di Provinsi Kalimantan Timur. Ibunya seorang Dokter Spesialis Jantung yang bekerja di RSUD Kota Palembang. Bagas memiliki tiga orang Saudara, yang pertama saudara perempuannya sudah menikah dan menetap di Kota Makassar ikut suaminya yang berasal dari Makassar, dan bekerja sebagai sseorang dosen di UIN Hasanuddin Makassar. Dan abangnya saat ini sedang studi S-2 jurusan Ekonomi di Universitas Harvard, Amerika. Dan satu adik laki-lakinya masih di bangku SMP. Ia adalah Mahasiswa lulusan dari Universitas Gadjah Mada Jogjakarta, jurusan Ilmu Komunikasi dengan predikat lulus Cumlaude 3,98.
Bagas Wanata Abdul Razak, nama lengkapnya, ia orang yang sangat Ulet, rajin, cerdas, kerja keras, pantang menyerah, ramah, sederhana dan rendah hati, meskipun ia anak seorang pengusaha pertambangan kaya di kota Palembang. itu yang ku kenali tentang karakter dirinya selama ini, sudah hampir 3 tahun aku mengenalnya, 2 tahun lebih ketika kami bekerja di Republika, dan beberapa bulan ketika bekerja di Reuters. Ayahnya tidak pernah menginginkan Bagas kuliah FISIP di jurusan komunikasi dan menjadi jurnalis, ayahnya ingin bagas kuliah di Fakultas Ekonomi, ia ingin bagas menjadi penggantinya nanti kelak ketika masa tua. Namun bagas berhasil meyakinkan ayahnya dengan susah payah dan bantuan ibunya untuk meyakinkan ayah bagas, bahwa ia juga bisa sukses dengan pekerjaan yang menjadi hobinya sejak kecil yaitu menulis. Karena dengan menulis ia bisa berbagi dengan sesamanya.
“Oh, aku hanya Cuma mau ngajak keluar, gimana kalau hari ini kita jalan-jalan menyusuri kota sudut kota Moscow”?
“Ide yang bagus tu. Nanti setelah kita sarapan kita langsung pergi.Sekalian cari inspirasi tulisanku tentang Moscow!”.
“Sip, aku balik ke kamar dulu, mandi dan siap-siap!”.
“Kita sarapan di restoran mana pagi ini gas”?
“Di Moscow Restaurant saja, disini dekat dari apartemen kita.”
“OK, On time ya!
“pasti!.
Di kota Moscow tidak susah mencari Restaurant Halal, banyak Restaurat Orang muslim di kota moscow yang menyediakan masakan Halal. Meskipun Rusia negara yang berideologi Komunisme dan Marxisme. Warga Moscow yang beragama Islam diberikan kehidupan yang baik disini tanpa diskriminasi dan dihormati oleh orang Moscow non muslim.
Setelah keluar dari restaurant kami langsung naik Bus. Bagas mengajak ku mengunjungi Masjid Agung Moscow yang baru saja direnovasi dengan biaya USD170 juta dan diresmikan Presiden Rusia, Vladimir Putin minggu lalu. Masjid ini sudah dibangun pada tahun 1901. Jadi hasil dari renovasi Masjid Moscow lama. Kami ingin melihatnya. Saat peresmian Masjid ini sayang kami berada di Barcelona dalam tugas meliput berita Pertandingan La Liga Spanyol dalam laga bertajuk El Clasico, Barcelona vs musuh abadinya Real Madrid di Stadion Camp Nou.
Masjid ini mampu menampung 100 ribu jamaah, dan merupakan masjid terbesar di Rusia dan daratan Eropa. Dari kejauhan sudah terlihat kemegahan masjid ini, dengan gaya arsitektur gabungan Seni Islam dan Eropa. Ku lihat di alun-alun di sekitar masjid warga kota moscow berkunjung dan menikmati suasana ini di pagi hari. tidak hanya warga kota moscow yang mengunjunginya, tetapi wisatawan dari luar Moscow dan luar negara Rusia. Saya merasa berada di negara berpenduduk muslim seperti di Indonesia dan malaysia Karena bisa bertemu orang-orang satu kepercayaan. Subhanallah.
“Dra, ayo kita masuk ke dalam masjid, pasti lebih keren”?
“Ayo.”
Bagas mengajak ku. Saat menyusuri jalan menuju ke dalam, ku lihat disekeliling orang-orang mengabadikan momen di Masjid moscow dengan kamera dan sebagian yang lain duduk-duduk santai.
Setelah puas menikmati keindahan tiap sudut Interior Masjid Moscow, Andra dan bagas memutuskan untuk keluar, karna waktu masih pagi dan waktu shalat dzhuhur blum masuk. Nanti mereka berniat akan shalat dzhuhur disini, dan akan kembali.
Dua pemuda ini kemudian berjalan menyusuri keindahan alun-alun Masjid Moscow sampai pada akhirnya mereka Berhenti untuk duduk di sebuah bangku di bawah rerindangan pohon yg cukup besar. Beberapa Burung merpati berjalan-jalan dibawah rindangnya pohon.
Mata andra tertuju pada seseorang yang baginya tidak asing lagi menuju ke tempat mereka duduk. Ya, Ali Pasha temannya yg juga bekerja sebagai penulis kolom di Reuters Asal Turki, Ia kelahiran Ankara. Ayahnya adalah Orang Turki Asli yg menikah dg Ibunya yg berasal dari Suriah yg sudah lama tinggal di kota Ankara, Turki. Ia menguasai banyak bahasa diantaranya bahasa Turki, Arab, Inggris, dan jerman.
Ia adalah sekaligus aktivis yg memperjuangkan kemerdekan negara Palestina, Ia banyak membuat Tulisan tentang palestina di kolom Reuters, pernah dulu dia membuat tulisan yg berisi kritikannya terhadap Amerika Serikat, karna pemerintah AS tidak menyetujui kemerdekaan palestina di dalam sidang para negara anggota PBB di new york, mengenai masa depan kemerdekaan negara palestina.
"Assalamualaikum, Akhii, kaifa haluk?"
"Waalaikum salam, syukran akhii". Balas andra dg senyum lepasnya.
"Ada tugas apa, jauh-jauh datang ke Moscow dari Ankara, " sambung andra.
"hm. Aku ke Rusia, ada urusan keluarga sdikit di St. Petersberg, jadi sekalian datang Ke Moscow ". Dengan wajah berserinya.
Dari senyumnya wajahnya, orang tahu ia adalah Orang Turki.
"Oh begitu, ini kenalkan temanku dari Indonesia,". Kata andra.
"Ali Pasha" ucap Ali kepada Bagas sembari menyalami Bagas.
"aku Bagas" balas bagas sembari menerima salaman dari Ali.
"kerja di Reuters juga?"
"iya" blas bagas.

to be continued... 

Sabtu, 19 September 2015

Julius Caesar: Tokoh Kontroversial

 Setelah menaklukkan Pompei dan menjadi penguasa satu-satunya di Romawi, Julius Caesar membuktikan bahwa dialah penguasa tunggal yang paling digdaya di seluruh dunia. Kekuasaan tunggal yang berada dalam genggamannya ini menimbulkan dampak sampingan yang pada akhirnya membuat ia dimusuhi para pesaing politiknya. Pada akhirnya, Julius Caesar mati di tangan orang-orang yang dikasihinya akibat konspirasi politik yang dimotori oleh para senator antara lain Cassius, Brutus, Casca, Cinna, dan beberapa lagi yang lain. Kematian Caesar membawa Romawi dalam perang saudara antara kubu yang mendukung Cassius dan Brutus dengan kubu pemuja kaisar, yaitu Antonius dan Octavius, yang di kemudian hari menjadi Kaisar Romawi I dengan gelar Augustus.
        Demikian ringkasan drama tragedi Julius Caesar karya William Shakespeare, pujangga Inggris paling termasyur dalam sejarah peradaban umat manusia. Melalui drama ini, Shakespeare menggali sejarah Romawi dan mengawinkannya dengan imajinasi yang luar biasa sehingga memunculkan seorang tokoh kontroversial yang juga dijadikan judul drama dalam karyanya: Julius Caesar. Beberapa alasan berikut memperkuat kekontroversialan Julius Caesar. Pertama, dalam kajian literatur, tokoh yang namanya dijadikan judul buku biasanya adalah tokoh utama protagonis atau tokoh sentral yang menjadi pusat penceritaan dari awal hingga akhir. Dalam drama ini, tokoh Julius Caesar hanya muncul sampai dengan awal Babak III dari keseluruhan lima babak. Bahkan kemunculan dan perannya di Babak I maupun II pun tidak terlalu menonjol. Justru tokoh yang lebih banyak muncul dan menjadi sorotan adalah para penentang Julius Caesar seperti Cassius dan Brutus.
       Konspirasi para penentang inilah yang menjadi fokus cerita drama. Drama ini mempertontonkan intrik-intrik dan rencana keji untuk menyingkirkan Caesar. Oleh karena itu, menjadi perdebatan yang menarik manakala kita membicarakan siapa tokoh utama protagonis dalam drama ini. Kontroversi berikutnya adalah perwatakan Julius Caesar. Awal drama menggambarkan rakyat jelata berbondong-bondong mendatangi Roma untuk menyambut dan merayakan kemenengan Caesar atas Pompei. Sambutan rakyat yang meriah terhadap kemengangan Caesar ini mengusik rasa kemanusiaan dua orang tribunus (pejabat politik) bernama Flavius dan Marullus (Babak I, adegan 1, hal. 7-10). Mereka beranggapan bahwa kemenangan Caesar atas Pompei didapat dengan cara yang amat keji sehingga tidak pantas untuk dirayakan. Setelah membubarkan kerumunan rakyat dan meminta mereka pulang ke rumah masing-masing, dua tribunus ini mencopot umbul-umbul dan hiasan-hiasan kemenangan sebagai protes mereka atas perlakuan Caesar yang bengis terhadap Pompei. Gambaran ini menunjukkan bahwa para pejabat politik pun tidak menyukai perilaku Caesar yang kurang manusiawi dalam meraih kekuasannya. Kontroversi perwatakan Caesar diperkuat dengan pandangan yang berbeda-beda yang dianut oleh para senator, terutama Cassius. Tokoh ini beranggapan bahwa kekuasaan Caesar sudah melampaui batas dan ia khawatir jika Caesar dibiarkan menjadi penguasa tunggal Roma, Caesar berpotensi menjadi diktator yang kejam (Babak I, Adegan 3, hal. 26-30).
         Kekhawatiran Cassius ini tercermin dalam percakapannya dengan Casca berikut: Kenapa Caesar bisa jadi orang zalim? Orang malang! Aku tahu ia tidak akan jadi serigala jika orang Roma tidak dilihatnya seperti domba, ia tidak akan jadi singa, kalau orang Roma tak jadi rusa. Orang yang ingin menyalakan api besar, sebaiknya mulai dari jerami kecil. Roma tak lebih dari ranting, sampah dan sisa, jika ia menyediakan diri untuk jadi bahan baku untuk menerangi hal segitu keji, seperti Caesar! Karena itulah, Cassius bersama Casca menggalang kekuatan secara sembunyi-sembunyi dan membentuk konspirasi untuk melenyapkan Caesar dengan alasan untuk menyelamatkan Roma dari seorang tirani yang zalim. Untuk memuluskan rencana pelengseran Caesar, Cassius membujuk Brutus, seorang senator budiman dan dicintai rakyat Roma, dalam konspirasi politik tinggi. Melalui berbagai upaya dan akal bulus, Cassius akhirnya berhasil membujuk Brutus bergabung dalam konspirasi pembunuhan Caesar ini. Dengan keikutsertaan Brutus dalam konspirasi ini, kesempatan untuk menyingkirkan Caesar menjadi lebih besar. Pembunuhan Caesar pun terlaksana dengan mulus saat Caesar menghadiri sidang senator di Kapitol, ibukota Roma. Di sisi lain, rakyat menilai bahwa perwatakan Caesar yang dianggap “keji, bengis, dan zalim” oleh para konspirator ini tidak begitu saja diterima. Seusai pembunuhan Caesar di Kapitol, suasana sempat menjadi sangat kacau. 
         Para senator yang lain melarikan diri dan berusaha menyelamatkan diri. Pembunuhan ini sempat menimbulkan kekhawatiran dari para konspirator bahwa rakyat akan marah. Hanya karena pengaruh Brutus yang budiman dan dipercaya rakyat, kekhawatiran ini bisa diredam. Melalui pidatonya di depan jenazah Caesar, Brutus berhasil meredam kemarahan rakyat dengan memberikan alasan logis yang membenarkan aksi pembunuhan tersebut bahwa pembunuhan Caesar adalah sesuatu yang tak dapat dihindarkan demi kebaikan Caesar sendiri (supaya ia tidak menjadi penguasa lalim) dan demi kebaikan Roma secara keseluruhan (supaya Roma memiliki pemerintahan republik yang lebih demokratis). Untuk sementara rakyat mendengar alasan Brutus. Namun, setelah mereka mendengar pidato pelepasan jenazah Caesar yang dilakukan Antonius, pikiran rakyat berubah. Pada akhirnya, sebagian besar rakyat berlainan pendapat dengan pendapat para elit politik tentang perwatakan Caesar. Di satu sisi, Antonius tidak dapat menyalahkan para pembunuh Caesar karena mereka adalah para senator terhormat yang dicintai rakyat. Di sisi lain, Antonius membuka pikiran rakyat bahwa Caesar pun tidak dapat serta-merta dicap sebagai diktator. Berikut adalah penggalan pidato Antonius: “… Apa dalam hal ini Caesar kelihatan gila kekuasaan. Waktu si miskin meratap, Caesar menangis – Orang gila kekuasaan mestinya dibuat dari bahan lebih keras. Sungguhpun begitu, Brutus berkata Caesar gila kekusaan, dan Brutus orang budiman. Kalian semua melihat bagaimana aku di Lupercal sampai tiga kali menawarkan mahkota kepadanya, dan tiga kali pula ia tolak. Apa ini gila kekuasaan?” (Babak III, Adegan II, hal. 76). Pandangan Antonius ini menjadi bukti perwatakan Caesar yang kontroversial. Elit politik memiliki kepentingan dalam menilai seorang pemimpin, apalagi bila pemimpin tersebut menghalangi kepentingan-kepentingan mereka. Kepentingan ini menjadi motivasi utama Cassius dalam mewujudkan tujuannya membunuh Caesar. Ia iri dengan keberhasilan Caesar. Sebaliknya, rakyat tidak ambil peduli bagaimana Caesar memerintah. Yang mereka pedulikan adalah apakah kehidupan keseharian mereka mejadi lebih baik, lebih aman, dan lebih sejahtera ketika di bawah pemerintahan Caesar. Persoalan-persoalan nyata keseharian yang sederhana seperti inilah yang menjadi kepedulian rakyat. Rakyat selalu jujur dalam menilai pemimpin mereka, tidak seperti elit politik yang melakukan penilaian berdasarkan kepentingan. Pidato Antonius yang bernada menyindir ini akhirnya membuat rakyat marah dan memusuhi para konspirator pembunuh Caesar. 
         Pada akhirnya, para konspirator ini melarikan diri dari Roma dan harus berhadapan dengan pasukan Antonius yang dibantu oleh Octavius untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Melalui tokoh ini, kita belajar bahwa tidak ada seorang individu pun di dunia ini yang sempurna. Sehebat apa pun seseorang, ia pasti memiliki sisi baik dan buruk. Demikian pula dengan Julius Caesar, pemimpin dan Jendral Roma yang termasyur dan disegani baik lawan maupun kawan. Dalam dirinya ada dua sisi perwatakan. Karena itulah ia menjadi kontroversial: dicintai sekaligus dibenci. -

Sumber Asli :http://www.menulisesai.com/2013/05/julius-caesar-tokoh-kontroversial.html

Selasa, 25 Agustus 2015

Wanita Syurga Bidadari Dunia

Apa Perhiasan terindah dan terbaik dunia?
Baginda Rasulullah Saw, telah menyebutkannya sekitar 14 abad yang silam bahwa perhiasan terindah dunia adalah wanita Shalihah sang wanita syurga dan bidadari dunia yang selalu dirindukan syurga dan mempesona alam dunia yang selalu taat dan istiqomah menjaga kesucian jiwa dan ketaatannya pada sang Khalik.
Wanita Syurga yang selalu taat pada ajaran agamanya, selalu istiqomah menjaga kesucian jiwa dan hatinya dengan menundukkan pandangannya, menutup aurat dengan syariat agama yang benar. Wanita syurga yang dirindukan syurga yang titahnya memiliki kerendahan hati, kelembutan tutur kata dan kesopan dan kemulian akhlaknya yang tentu membuat dunia terpesona, membuat dunia terkagum.
Engkaulah wanita Shalihah laksana syurga di dunia yang memancarkan pesona kesucian jiwa dan hati...
Engkaulah wanita syurga yang kelak mengisi tempat indah di akhirat bernama syurga, karna wanita sepertimu memang pantas berada di syurga yang akan menambah  betapa indahnya pesona indah syurga disana.

Ia mutiara terindah dunia
pemilik hati yang menebar pesona
kesucian jiwa yang mulia
Bunga terharum sepanjang masa
Ada cahaya di wajahnya
Betapa indah pesonanya
Bidadari bermata jeli pun cemburu padanya
Kelak, ia menjadi bidadari surga
Terindah dari yang ada


Dan lirik lagu ini cukup untuk sedikit menggambarkan sosok dirimu...

Keanggunan yang terpancar darimu muslimah
ketegasan jiwamu bak perisai nan indah
kau hadirkan pesona
malu berbalut taqwa
laksana syurga di dunia

Keteguhan hatimu o wanita muslimah
ketangguhan dirimu yang terbingkai solehah
perhiasan dunia
tunduk pada yang kuasa

sejukmu menentramkan jiwa
Engkau wanita surga
bidadari dunia
kehormatan kau jaga
dengan penuh cinta

engkau wanita surga
bak permata berharga
berbinar indah dalam kesucian jiwa

Logis Anies Dirikan Partai Sendiri?

   If you want a thing done well, do it yourself.” – Napoleon Bonaparte, Kaisar Prancis (1804-1814) Tahun itu adalah tahun 2014, ketika seb...